Senin, 19 November 2018 | 17:22 WIB

Orang Indonesia Jadi Rajin "Googling" saat Sahur, Cari Apa?

Orang Indonesia Jadi Rajin "Googling" saat Sahur, Cari Apa?
Fitur Google Search bisa dipanggil dengan mengucap Ok Google

Penelusuran informasi di internet mengalami lonjakan saat bulan Ramadhan. Pertumbuhannya sudah bisa dilihat seminggu menjelang bulan suci tersebut.

Menurut Country Head Industry Google Indonesia Henky Prihatna, pola pencarian netizen pun mengalami perubahan.

"Pencarian di waktu sahur meningkat sekitar 150 persen. Biasanya kan mereka tidur, tapi kalau sahur mereka bangun," kata dia, Kamis (19/5/2016), pada sesi media di Kantor Google Indonesia, Jakarta.

Tak cuma saat sahur, waktu makan siang juga diisi netizen dengan berselancar di ranah maya. Menurut Henky, hal ini karena netizen sedang berpuasa sehingga tak sibuk mencari makan seperti bulan lainnya.

"Justru makan siang puncaknya (browsing internet) pas puasa," ujarnya.

Apa saja yang dicari?

Menurut data riset yang dikeluarkan Google, netizen cenderung mencari informasi yang berkaitan dengan ibadah. Kata kunci terkait "amalan Ramadhan" dicari 12 kali lipat lebih banyak ketimbang hari biasa.

Netizen juga tak mau niat ibadahnya dirusak oleh hal-hal yang diharamkan selama puasa. Pencarian "hal-hal yang membatalkan puasa" meningkat hingga sembilan kali lipat dari bulan biasanya. Pencarian "kultum", "doa", "jadwal puasa" dan "quran" juga mejadi populer selama Ramadhan.

Bukan cuma soal ibadah, data Google menunjukkan netizen ingin memperbaiki diri, baik dari luar dan dalam. Kata kunci "gaya rambut" meningkat 15 persen pada bulan puasa, begitu juga "hijab", "kulit kering", dan "bau mulut".

Kesehatan juga menjadi perhatian utama. Pasalnya, pola makan yang berubah kerap membuat tubuh lemas di waktu awal. Untuk itu, beberapa kata kunci seperti "puasa bagi ibu hamil", "diet saat puasa", "manfaat puasa", dan "manfaat kurma" laris ditelusuri.

Terkhusus bagi kaum hawa, pencarian menu makanan saat bulan puasa menjadi sasaran. Temuan Google menunjukkan kata kunci "menu buka puasa", "menu sahur", "es buah", "resep kolak", "ketupat", "opor ayam", "kue nastar", dan hidangan khas Ramashan lainnya melonjak.

Kesempatan bagi pebisnis online

Ramainya pencarian produk di Google sejatinya menjadi peluang bagi pedagang online. Sebab, pencarian kata kunci semacam "hijab" kerap kali dilakukan karena netizen ingin membeli produk itu.

Setidaknya ada lima sektor yang gencar dicari netizen selama bulan, puasa dan dapat dijadikan peluang usaha. Kelimanya adalah fesyen (naik 29 persen), travel (naik 30 persen), smartphone (naik 17 persen), telekomunikasi (naik 19 persen), elektronik (naik 24 persen).

Masyarakat tampaknya menjadi lebih konsumtif pada bulan puasa. Momen setahun sekali tersebut sering dijadikan alasan untuk membeli barang serba baru, apalagi didukung duit THR dari tempat kerja.

Sumber : Kompas.com
Editor : editor
Dibaca 10051 | 0 Komentar
Facebook Twitter Google Plus
Email
Print PDF
Silahkan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar
KOMENTAR
Ada 0 Komentar untuk Artikel ini Urutkan Berdasarkan: