Rabu, 19 September 2018 | 18:35 WIB

Gara-gara Antivirus, Mesin Pemantau Jantung Mogok Saat Kateterisasi

Gara-gara Antivirus, Mesin Pemantau Jantung Mogok Saat Kateterisasi

Nama Merge mungkin terdengar asing bagi sebagian besar orang. Akan tetapi, perusahaan tersebut ternyata terkenal di dunia medis karena menyediakan berbagai perangkat untuk rumah sakit.

Merge sendiri dimiliki oleh raksasa komputer IBM. Perusahaan tersebut membuat perangkat-perangkat medis yang beragam, dari kebutuhan mata, hingga ortopedik. Merge juga menjual sebuah mesin untuk keperluan kateterisasi jantung.

Alat tersebut bernama Hemo. Ia berisikan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk memonitor keadaan jantung pasien saat dikateterisasi.

Nah, pada Februari 2016 lalu, ternyata ada sebuah insiden mengejutkan yang terkait dengan alat tersebut. Saat seorang dokter sedang melakukan tindakan kateterisasi jantung di rumah sakit AS, tiba-tiba alat tersebut mati dan hanya menampilkan warna hitam.

Sekadar diketahui, kateterisasi merupakan prosedur untuk memeriksa kinerja jantung. Dalam proses ini, alat berupa pipa hampa yang sangat tipis dan panjang dimasukkan ke pembuluh darah besar yang mengarah ke jantung.

Mengingat hal itu, tentu insiden mogoknya alat pembaca jantung jadi hal yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi kejadian tersebut terjadi tepat saat proses kateterisasi sedang berlangsung.

Untungnya dokter langsung tanggap. Sambil menangani pasien, dia langsung menyalakan ulang komputer dan lima menit mesin sudah kembali normal.

Gangguan yang terjadi itu untungnya tak memberikan pengaruh buruk apa pun. Usai pemeriksaan, dokter pun langsung menulis laporan kepada Merge, perusahaan yang membuat alat kesehatan tersebut.

Gara-gara antivirus

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Geek, Rabu (11/5/2016), pembuat alat kesehatan itu langsung menyelidiki masalah yang sempat terjadi.

Penemuan mereka cukup mengejutkan. Alat pendiagnosis jantung tersebut, yang terhubung ke komputer saat bekerja, ternyata mati karena sedang ada antivirus yang bekerja.

Aplikasi antivirus pada komputer diatur agar melakukan pemindaian menyeluruh setiap satu jam sekali. Kebetulan saat Hemo sedang dipakai, komputer juga melakukan pemindaian menyeluruh sehingga menghambat koneksi antar kedua perangkat tersebut.

Barangkali, pegawai yang mengelola komputer rumah sakit merasa perlu memperkuat keamanan dari serangan program jahat atau peretasan. Tapi sayangnya hal tersebut berbuah situasi yang berpotensi fatal.

Hasil penyelidikan Merge setidaknya menjadi pelajaran agar tidak terlalu agresif saat membuat pengaturan antivirus pada sistem yang terhubung dengan alat kesehatan. Setidaknya, apapun pengaturan yang dipakai, pastikan bahwa semua program bisa berjalan tanpa hambatan.

Berita Terkait
Sumber : Kompas.com
Editor : editor
Dibaca 119 | 0 Komentar
Facebook Twitter Google Plus
Email
Print PDF
Silahkan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar
KOMENTAR
Ada 0 Komentar untuk Artikel ini Urutkan Berdasarkan: