Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:28 WIB

Kurang Laku, Proyek Android One Jalan Terus

Kurang Laku, Proyek Android One Jalan Terus
Android One, proyek smartphone Android murah Google

KOMPAS.com - Proyek ponsel murah Android One bakal jalan terus atau tetap dijalani Google, meskipun tingkat penjualannya kurang memuaskan.

Menurut laporan terakhir pada pertengahan 2015, hanya 1,4 jutaan unit smartphone Android One yang terjual selama setahun. Lantas, mengapa Google tetap nekat meneruskan proyek tersebut?

Menurut Director Business Development Android & Chrome, Mike Hayes, Android One adalah jalan bagi Google untuk berkiprah di negara-negara berkembang.

"Android One adalah salah satu strategi kami mengembangkan bisnis hardware. Kami akan terus mendukung vendor yang ingin bermitra dengan kami melalui program tersebut," kata Hayes, sebagaimana dilaporkan IndiaTimes dan dihimpun KompasTekno, Senin (9/5/2016).

Kegagalan bisnis Android One tahun lalu dijadikan pembelajaran di masa depan. Salah satunya, Google akan memberikan fleksibilitas bagi vendor lokal untuk memproduksi smartphone Android One dengan gaya masing-masing. Fleksibilitas yang dimaksud tak lain terkait spesifikasi dan harga.

Sebelumnya, Google membuat standar yang cukup ketat bagi vendor lokal yang ingin memproduksi ponsel Android One. Akibatnya, banyak vendor lokal yang urung bekerja sama dengan Google.

Beberapa vendor yang menyanggupi standar Google pun akhirnya memproduksi perangkat yang benar-benar seragam satu sama lain. Alhasil, konsumen tak berminat karena minimnya opsi.

Apa itu Android One?

Google menempatkan Android One sebagai proyek yang akan membuat miliaran orang di seluruh dunia bisa mendapatkan smartphone murah, berkualitas, lalu terhubung ke internet.

Jadi, Android One bukan sekadar pengadaan ponsel murah, namun untuk menghubungkan penduduk dunia ke jagat maya.

Proyek tersebut diumumkan pertama kali dalam ajang kumpul developer tahunan "Google I/O" 2014. Dalam kesempatan itu, Google mengatakan target utama Android One adalah negara berkembang seperti India, Indonesia, dan Filipina.

Pasalnya, penetrasi internet di negara berkembang masih kurang. Salah satu halangannya adalah harga smartphone yang mahal. Maka Android One ditawarkan sebagai solusi karena harganya murah.

Google menggarap Android One dengan menggandeng sejumlah vendor lokal di masing-masing negara terpilih. Raksasa internet itu menyediakan rancangan hardware yang dibutuhkan. Kemudian vendor yang bekerja sama tinggal membuatnya sesuai dengan konsep dasar yang sudah diberikan.

Di Indonesia, Google bekerja sama dengan tiga vendor lokal untuk merealisasikan Android One. Ketiganya adalah Mito, Evercoss, dan Nexian.

Karena tujuannya adalah mempermudah akses smartphone untuk banyak orang, para vendor yang bekerja sama dengan Google juga menetapkan harga yang terjangkau.

Di Indonesia, harga Android One tak lebih dari Rp 1 jutaan. Sementara di India, harga Android One dipatok pada kisaran Rp 1,2 juta.

Berita Terkait
Sumber : Kompas.com
Editor : editor
Dibaca 2331 | 0 Komentar
Facebook Twitter Google Plus
Email
Print PDF
Silahkan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar
KOMENTAR
Ada 0 Komentar untuk Artikel ini Urutkan Berdasarkan: