Senin, 19 November 2018 | 17:03 WIB

Alasan Alonso Selamat dari Kecelakaan Maut GP Australia

Kondisi Jet Darat Fernando Alonso usai kecelakaan saat melaju di lap ke-18 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (20/3/2016).

Fernando Alonso berhasil dari kecelakaan fatal yang berpotensi merenggut nyawanya ketika berlaga di seri perdana Formula1 (F1) di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Minggu (20/3/2016). Berkat standar keselamatan yang ketat dan keberuntungan pebalap asal Spanyol itu selamat.

Kecelakaan terjadi di lap ke-18, disebabkan karena ban kanan depan Alonso membentur mobil pebalap Haas Racing, Esteban Gutierrez. Setelah itu, sebelum menabrak tembok pembatas, jet darat yang dikemudikan Alonso sempat memutar di udara, demikian dilansir laman crashnet, Senin (21/3/2016).

Beruntung, kedua pebalap itu bisa selamat dari maut, terutama Alonso yang mobilnya hancur berkeping-keping. Pebalap 34 tahun itu pun memuji Federasi Internasional Automobile (FIA) karena kemajuan keselamatan yang ditingkatkan dalam 15 tahun terakhir.

“Kami kehilangan poin dan mobil, tetapi saya senang masih bisa berbicara di sini. Saya bersyukur bisa selamat dari kecelakaan itu dan saya ucapkan terima kasih kepada otoritas balapan FIA untuk semua standar keamanan, berkat itu saya masih hidup,” kata Alonso.

Menurut Alonso, faktor keamanan mobil dan dinding pembatas dibuat lebih baik. Jika tidak, Alonso hampir pasti akan kehilangan nyawa.

“Saya pikir memang begitulah balapan, terkadang kami lupa kalau sedang berada di dalam mobil dengan kecepatan 300 kpj,” ujar Alonso dikutip laman BBC, Senin (21/3/2016).

 

Bukan karena itu saja, diberitakan laman Autosport, setiap musim regulasi F1 pun selalu berubah-ubah. Bahkan, di musim 2015, sisi keamanan kembali ditingkatkan. Seluruh tim wajib memperbaiki rancangan mobil, salah satunya bagian hidung.

Ukuran penampang hidung (nose tip cross section) tetap dipertahankan 90 cm2, namun posisinya bakal turun 135-220 mm di atas lantai dan lebar hidung tidak boleh lebih dari 140 mm.

Bahkan, beberapa tahun lalu, para pebalap sempat ingin melakukan boikot jika keselamatan tidak ditingkatkan. Sejak itu pula standar keselamatan dan penyelamatan pebalap dari mobil terus bertambah.

FIA terus melakukan gebrakan dalam hal keselamatan, selain soal penggunaan sabuk pengaman, diwajibkan juga semua tim memperluas kokpit, pebalap wajib menggunakan baju anti-api serta memaksakan standar penyelamatan pebalap dari mobil yaitu maksimal lima detik.

Berita Terkait
Sumber : Kompas.com
Editor : editor
Dibaca 378 | 0 Komentar
Silahkan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar
KOMENTAR
Ada 0 Komentar untuk Artikel ini Urutkan Berdasarkan: