Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:05 WIB

Beda Jauh Dana Kampanye Awal Gerindra dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Artikel ini telah tayang

Bakal calon Presiden Prabowo Subianto beserta bakal calon wakil Presiden Sandiaga Unp saat mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta S

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK) pasangan calon Prabowo Sandiaga ke Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu (23/9).

Diketahui jumlah dana kampanye awal yang diserahkan sebesar Rp 2 miliar.

Besaran tersebut merupakan biaya urunan dari Prabowo Subianto sebesar Rp 1 miliar dan Sandiaga Uno sebesar Rp 1 miliar.

"Baru saja kami menyerahkan laporan awal dana kampanye oleh Prabowo Sandi, koalisi adil makmur, dan ini komitmen kami untuk menghadirkan dana kampanye yang transparan dan akuntabel," tutur Sandiaga Uno.

Namun, mantan Wakil Gubernur DKI tersebut mengaku sedih dengan nominal dana kampanye awal yang telah ia serahkan kepada penyelenggara pemilu tersebut.

"Sedih, ya karena jangan dibandingkan dana kampanye dengan 'toko' (pasangan capres cawapres) sebelah lah, kan kita hampir 6 kali lipat lebih kecil," ujar Sandiaga Uno.

Untuk itu, guna mensiasati defisit dana yang terlampau jauh Sandi menyatakan pihaknya akan menggalang dana dari sejumlah pihak.

Termasuk Sandiaga Uno membuka kesempatan kepada korporasi yang ingin memberikan sumbangan, namun harus mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan.

"Ini kan partisipatif. Kalau ada korporasi yang sesuai dengan seluruh aturan diperbolehkan, why not? Tapi kita ingin publik tahu korporasi tersebut,"kata Sandiaga Uno.

Sementara itu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf Amin melaporkan dana awal kampanye ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami sudah kumpulkan dana sebesar Rp 11 miliar. Itu untuk uang tunainya sebesar Rp 8,5 miliar, dan selebihnya kami berupa jasa," ujar Anggota Tim Bendahara TKN Jokowi Ma'ruf Amin, Safrizal.

Safrizal menjelaskan dana awal kampanye TKN Jokowi Ma'ruf Amin berasal dari sumbangan perusahaan dan sumbangan dari orang pribadi.

Untuk sumbangan tersebut, dia mengatakan ada 4 perusahaan yang memberikan sumbangan.

Sementara itu orang pribadi yang menjadi penyumbang ada satu orang.

"Tapi saya enggak berani bicarakan (identitas penyumbangnya). Saya di sini untuk menyampaikan saja, udah bersama Sekjen kan kemarin sama wakil bendahara juga," kata dia.

Saat ini, lanjut Safrizal, TKN Jokowi Ma'ruf Amin masih menghitung besar dana yang harus dikumpulkan untuk kampanye. Soal target, dia mengaku bahwa TKN belum memiliki target.

Safrizal berjanji, pihaknya akan terbuka dan melaporkan setiap penambahan dana kampanye yang masuk ke rekening khusus dana kampanye.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari sebelumnya menjelaskan, ada tiga jenis laporan dana kampanye terkait dengan pemilu, baik pemilu presiden maupun pemilu legislatif.

Tiga jenis laporan tersebut adalah laporan awal dana kampanye, laporan sumbangan dana kampanye, dan laporan akhir dana kampanye.

Laporan awal dana kampanye, disertai dengan laporan sumbangan dana kampanye diserahkan ke KPU paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan kampanye. Sementara itu, laporan akhir dana kampanye diserahkan ke KPU satu hari setelah berakhirnya masa kampanye, yaitu 14 April 2019.


Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman meminta partai politik peserta pemilu 2019 dan pasangan calon presiden wakil presiden tepat waktu menyerahkan laporan awal dana kampanye.

Menurut dia, pihaknya menunggu sampai hari Minggu (23/9) pukul 18.00 WIB, untuk penyerahan laporan awal dana kampanye tersebut.

Dia menjelaskan, laporan dana kampanye merupakan sesuatu yang penting dan harus diperhatikan oleh para peserta pemilu.

Jadi, dia menegaskan, tidak hanya kegiatan kampanye yang dilaporkan, tetapi laporan dana kampanye. Pelaporan dana kampanye dibagi menjadi tiga tahapan.

Tahapan pertama, merupakan laporan awal dana kampanye. Tahapan kedua, mulai dari awal kampanye tanggal 23 September sampai pertengahan masa kampanye.

Untuk tahapan ketiga, kata dia, pada hari terakhir kampanye. Pada saat hari terakhir kampanye, dia melanjutkan, seluruh pengeluaran kampanye juga akan dicatat sampai hari tersebut.


Dana Kampanye Gerindra

Partai Gerindra juga melaporkan dana awal kampanye di Pemilu 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kemarin.

Bendahara Umum Partai Gerindra, Thomas Djiwandono mengatakan total laporan awal dana kampanye dari DPP Gerindra saat ini bernilai nominal Rp 75,3 Miliar.

Dana awal itu berasal dari akumulasi laporan penerimaan 575 calon anggota legislatif Partai Gerindra yang berupa barang dan jasa serta dana langsung yang berasal dari partai. Belum ada dana yang bersumber dari pihak ketiga.

"Dana yang terkumpul atau dana yang diterima di level caleg yang harus dilaporkan oleh DPP Gerindra adalah di angka Rp73,5 miliar. Selebihnya dana dari partai itu Rp1 miliar. Jadi total laporan awal dana kampanye dari DPP Gerindra saat ini adalah 75,3 miliar," katanya.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa angka itu baru tahap awal pelaporan dana yang terkumpul. Jumlah itu tentu akan bertambah hingga masa pelaporan akhir dana kampanye.


 

 


Editor :
Dibaca 289 | 0 Komentar
Silahkan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar
KOMENTAR
Ada 0 Komentar untuk Artikel ini Urutkan Berdasarkan:
Sosial & Budaya
Otomotif
Jumat - 20/05/2016 13:43 WIB
Institut Otomotif Indonesia Resmi Berdiri