Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:07 WIB

Novanto Susah Bayar Uang Pengganti Korupsi: Dulu Pas Ketua DPR Mudah

Koruptor e-KTP Setya Novanto (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)

Jakarta - Koruptor proyek e-KTP Setya Novanto mengaku kesulitan melunasi USD 7,3 juta sebagai hukuman uang pengganti dalam perkara korupsi e-KTP. Sampai-sampai Novanto berniat untuk menjual rumahnya.

Pagi ini, istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, juga mendatangi KPK untuk mengurus tentang aset-aset suaminya. Novanto mengaku saat ini susah membayar uang pengganti itu karena sudah tidak memiliki jabatan apapun.

 

"Ya sekarang saya sudah rakyat biasa, dulu kalau Ketua DPR mudah mencari," ucap Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

"Kalau sekarang teman-teman yang saya tagih, ada juga beberapa saya tagih aset mengalami kesulitan. Tentu lagi, coba teman-teman lagi susah diharapkan juga mengembalikan hal-hal," imbuh Novanto.

Deisti memang pagi tadi menyambangi KPK. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut Deisti berkoordinasi dengan Uni Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK berkaitan dengan pembayaran uang pengganti.

 

 

Novanto sebenarnya sudah mencicil uang pengganti yang totalnya USD 7,3 juta itu. Novanto pernah menitipkan Rp 5 miliar ke KPK, kemudian mencicil USD 100 ribu, dan ditambah penyitaan KPK pada rekeningnya senilai Rp 1.116.624.197. Namun pembayaran itu belum cukup melunasi hukuman uang penggantinya.

Untuk pidana pokoknya, dia divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Untuk pidana denda Rp 500 juta, Novanto sudah melunasinya.
 

 

 

Sumber : Detik News
Editor :
Dibaca 1227 | 0 Komentar
Silahkan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar
KOMENTAR
Ada 0 Komentar untuk Artikel ini Urutkan Berdasarkan:
Sosial & Budaya
Otomotif
Jumat - 20/05/2016 13:43 WIB
Institut Otomotif Indonesia Resmi Berdiri